Sam Ipoel Expert Inbound Marketing | Jangan Lupa Nginbound! Untuk Bisnis Anda Yang Lebih Suistanable!

Antara Kuliah Privat, Nasi Padang Dan Socio Engineering

3 min read

Dulu pas masih jaman kuliah di Teknik Elektro Saya punya dosen favorit. Kebetulan saat itu beliau pas baru kuliah dari studinya di Jerman. Saat itu beliau baru saja mematenkan temuannya Rugby Ball Antenna, antena radar untuk kemiliteran dengan bandwith paling lebar di dunia.

Tahun 2013 paper beliau tentang radar tersebut juga meraih International Conference on Future Information and Communication Engineering (ICFICE) di Shenyang, Cina. Singkatnya beliau adalah salah satu dari segelintir orang pakar radar militer yang dimiliki Indonesia.

Ini adalah 3 kelas pertama yang beliau buka sekembali dari Jerman. Tipikal mahasiswa pada umumnya adalah memilih kelas yang dosennya sudah terbukti baik hati kasih nilai, buat nilai koq coba-coba katanya. He he.. biasanya dosen mata kuliah yang kita ambil berdasarkan kesaksian dan testimoni yang sudah ambil mata kuliah sebelumnya. He he kalau jaman sekarang mirip ratingannya GRAB kali ya..

Entah kenapa Saya malah ngebet pengen masuk ke kelas beliau tiga-tiganya. Ndak mikirin nilai Penasaran aja ‘oleh-oleh’ apa yang beliau bawa selama beliau bertapa di Jerman. Akhirnya 3 kuliah beliau Saya ambil semua Antena, Radar dan Gelombang Mikro. Tujuan Saya satu, biar kecipratan culture Jerman yang tersohor itu.

Dan ternyata bener, dari 2 dari 3 kuliah beliau pesertanya hanya 5 orang, dan bahkan satu mata kuliah hanya 2 orang saja. Yess! Seneng banget Saya nya. Rejeki nomplok. Saya suka banget kelas yang sepi. Kenapa? Karena perhatiannya akan super maksimal.

Jadi dari pengalaman Saya mengikuti 3 mata kuliah beliau selama satu semester ini seperti di private coaching. Kadang pernah beberapa kali pesertanya cuma Saya. Super private… Jadi beberapa kali kita kuliah gak ditempat kuliah..Aneh juga kan ruang kuliah seluas itu isinya cuma kami berdua. He he..

Jadi kita kuliah kaya cangkrukan ngobrol, nyantai aja di ruangan beliau. Dan metode belajarnya cukup unik..
Beliau menekankan bagaimana ilmu yang kita terima bisa diajarkan ulang dengan berbagai media.

Terus apa hasilnya dari kuliah satu semester dengan ‘learning culture’ ala Jerman?
Beliau adalah ahli radar militer, tapi kuliah beliau bukan melulu tentang teknis. Ada dua hal keren yang saya pelajari dari beliau selain ilmu antena, radar dan gelombang mikro.

Pertama beliau menanamkan pada mahasiswanya, jangan hanya pintar dalam hal teknis saja. Kelemahan orang teknik dibanding orang-orang sosial adalah mereka sangat pemalu untuk mengkomunikasikan ide-ide mereka. Mereka punya banyak ide tapi tidak pandai meyakinkan orang untuk menerima idenya. Anda harus menguasai ilmu komunikasi dan persuasi agar orang mau mendengarkan ide hebat Anda.

Beliau selalu mengingatkan kita.. amati dan adopsi bagaimana taste masakan padang bisa diterima diseluruh Indonesia, dan Chinese Food bisa diterima lidah hampir disemua negara didunia. Rumah Makan Padang gampang sekali ditemukan dipenjuru tanah air, kecuali di Padang, disana tidak ada rumah makan padang he he.

Begitu juga Chinese Food, ia bisa diterima dipenjuru dunia, meskipun Saya belum pernah denger juga sih ada yang jualan Cap Cay di kutub he he..

Jadi tidak mengherankan kalau tugas-tugas kuliah beliau bagaimana membuat slide yang benar, bagaimana mendisain poster untuk presentasi karya ilmiah kita, plus public speaking. Jujur Saya pertama kali kenal Corel Draw saat ngerjain tugas beliau ini. Bahkan di semester berikutnya Saya dapat ‘reward’ mengisi kuliah RADAR beliau satu sesi full 2 sks pake Bahasa Inggris. Kelas beliau berikutnya di semester berikutnya setelah kita membludak pesertanya.

Hal keren kedua yang Saya pelajari dari beliaunya adalah teknik social hacking. Bagaimana teknik memunculkan informasi-informasi penting dari target dengan memanfaatkan kelemahan pada sisi sosial psikologis target.

Namanya SOCIO ENGINEERING or SOCIAL ENGINEERING, ini pertama kali Saya denger terminologi ini dari beliau. Denger lagi istilah ini pas belajar IT Security (CISSP).

Harl dalam bukunya People Hacking menyatakan social engineering sebagai, “…the art and science of getting people to comply with your wishes.”

Kami banyak mendiskusikan hal ini. Jadi sebelum Snowden teriak-teriak tentang NSA, beliau sudah banyak bertutur bahayanya Socio Engineering ini.

Dalam definisi yang lain Sir Ross dalam bukunya A Guide to Social Engineering vol.1 mengatakan, “Social engineering is a use of psychological knowledge to trick a target into trusting the engineer, and ultimately revealing information.”

Kesimpulannya sisi kemanan paling rentan ditembus (dihack) pertahanannya adalah dari sisi manusianya sendiri. Prinsip SOCIO ENGINEERING sendiri adalah bagaimana memunculkan TRUST dari target pada media yang digunakan untuk approach target. Medianya bisa bermacam-macam, yang pasti apa-apa yang sifatnya fun dan disukai target . Mulai dari games, aplikasi, OS dan yang paling powerful social media.

Masih inget kan pas kita main PokemonGo kita dengan sukarela mereport pergerakan kita pada server game ini, atau kita posting dari setiap spot yang kita kunjungi lewat IG kita. Tidak ada yang memaksa kita memunculkan data tracking kita.
Jadi jangan heran kalau Google jauuuh lebih paham tentang perilaku kita daripada kita sendiri. Smartphone kita adalah gerbang paling rentan sebagai bocornya informasi-informasi yang seharusnya menjadi privasi kita. Dan anehnya kita sendiri sama sekali tidak pernah keberatan mengupload dan bahkan memasrahkan diri kita untuk ditracking.

Kata beliaunya pada Saya, kalau dulu Dik..intelijen nyuri2 data penting pake orang-orang kaya James Bond dll. Itu cuma di film. Sekarang maahh.. FBI, CIA tinggal duduk-duduk sambil ngopi, ehh..data udah dateng sendiri. Gak keluar keringat sama sekali.

Nah.. setelah 13 tahun lalu ngobrol dengan beliau baru benar-benar memahami apa yang beliau maksud.. apa yang beliau sampaikan makin hari makin nyata. Socio Engineering dimana-mana. SPY itu semua ada di ponsel-ponsel pintar kita. Memang kepentingannya bukan hanya melulu tentang militer, tapi MARKETING.
Ya.. Marketing.. Data-data kita adalah komoditas yang sangat mahal untuk dijual.

Marketer jaman sekarang yang udah melek teknologi, Artificial Inttelligence (AI), Big Data dan Machine Learning sudah lama sebenarnya menerapakan prinsip-prinsip seperti ini.
Mereka membangun sistem dimana kita terlibat aktif didalamnya untuk menyerahkan profiling mereka, pola perilaku mereka dengan sukarela.

Output data ini menjadi komoditas yang sangat luar biasa mahalnya dijual untuk kepentingan komersil maupun politik.

Jika temen-temen menikmati fasilitas social media gratis, aplikasi kirim pesan gratis, simpan data di cloud gratis.. Percayalah..ada harga cukup mahal yang sebenarnya kita bayar dibalik barang gratisan itu semua.

Soo..bijaklah dalam bersosial media. Ada hal-hal yang bisa diexpose dan ada hal yang jangan sampai terexpose.
Be smart
Be wise

Sam Ipoel Expert Inbound Marketing | Jangan Lupa Nginbound! Untuk Bisnis Anda Yang Lebih Suistanable!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Malcare WordPress Security