Sam Ipoel Expert Inbound Marketing | Jangan Lupa Nginbound! Untuk Bisnis Anda Yang Lebih Suistanable!

DUA ALASAN KENAPA BISNIS GAGAL DITENGAH JALAN

1 min read

Inbound Marketing - DUA ALASAN KENAPA BISNIS GAGAL DITENGAH JALAN
 
Seperti yang dipublish oleh media bisnis dan teknologi ternama, CBInsights
Dua problem teratas kenapa bisnis gagal adalah karena dua alasan.
 
Alasan pertama adalah “no market need” atau karena tidak ada kebutuhan pasar.
 
Alasan kedua adalah “run out of cash” kehabisan dana untuk melanjutkan.
 
Alasan pertama muncul karena lemahnya proses validasi pasar sehingga menciptakan solusi produk yang market sebenarnya gak butuh atau belum butuh.
 
Alasan kedua, kehabisan “bahan bakar” di tengah jalan.
 
Perusahaan sudah tidak punya lagi cash mendanai lagi operasionalnya.
Alasan yang kedua ini ada dua hal yang menjadi pemicu.
 
Yang pertama, uang habis untuk memasarkan produk, mengedukasi pasar namun tarikan pasar sangat lemah.
 
Kalau ini susah diperbaiki, karena penyebab kehabisan bensinnya adalah identik dengan problem utama, ni market need.
Akibatnya kita suntik dana berapapun, ujungnya akan mati juga.
Solusinya harus dicheck lagi.
Benar gak sih market butuh itu.
Jika market memang butuh, mampu gak mereka bayar solusi yg kita bikin.
Intinya lakukan ulang validasi pasar sebelum inject dana lagi.

Alasan kedua sebuah perusahaan kehabisan dana segar adalah karena perencanaan yang kurang matang.
Bisnis itu harus selalu punya dua model untuk pendanaan bisnis mereka.
Pertama model sprint atau quick win untuk dapat uang cepet.
Siklus nya pendek, tapi margin tidak terlalu besar.
Berguna banget buat membiayai operasional harian.

Kedua model marathon, siklus juga lebih panjang.
Dapat duitnya lebih lama, tapi volume dan marginnya besar.
Dalam dunia marketing strategy kita bisa juga biasanya bagi dalam dua zona.

Quick win model.
Yang model perbandingannya hampir linier.
Kita invest berapa, kita dapatnya berapa. Nambah revenue bisa dengan naikin jumlah channelnya.
Funnel banget.

Ada yang marathon model juga.
Hasilnya tidak akan langsung terlihat.
Tapi hasil akhirnya eksponensial.
Cuma waktunya susah banget diprediksi.
Karakternya flywheel banget ini.
Meracik mana saja aktivitas quick win dan marathon ini sangat krusial.
Ujungnya kita harus mampu membuat skala prioritas detail aktivitas mana aja yang akan kita eksekusi setahun penih sesuai target yg ditetapkan dan resource yg kita miliki.

Gak masalah punya tujuan besar, yang penting kita sudah menyiapkan pendanaan strategi saat eksekusi di lapangan.
Ibarat Anda mau menempuh perjalanan 1000 km, tapi kapasitas tangki bahan bakar mobil kita cuma 45 liter.
Kita harus pikirkan nanti berhenti di kota mana aja jika mobil kita per liternya cuma mampu menempuh 10-15 km.
 
Kasih spare juga buat antisipasi kemacetan.
Perhitungan strategi ini luar biasa pentingnya.
Mumpung masih awal tahun.
Kalau perhitungan starting awal sudah salah, perbaikannya susah.
 
Cek lagi target market kita.
– Cek lagi buyer persona yang mau bayar produk kita.
– Cek lagi strategi buat mendekati target buyer persona kita tadi.
– Berapa biaya yg dibutuhkan.
– Expected revenue nya berapa.
 
Termasuk apa kita punya dashboard untuk melihat strategi kita efektif atau tidak, bagaimana cara tuningnya?
 
Sudahkah Anda merencanakan strategi setahun ini dengan matang?
 
 
 
 
Salam Nginbound
Sam Ipoel
 
 
Sam Ipoel Expert Inbound Marketing | Jangan Lupa Nginbound! Untuk Bisnis Anda Yang Lebih Suistanable!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

68  +    =  72