Sam Ipoel Expert Inbound Marketing | Jangan Lupa Nginbound! Untuk Bisnis Anda Yang Lebih Suistanable!

Mana Yang Lebih Efektif Fb Ads Vs Organik?

7 min read

Neuromarketing Perspektif – Kali ini Saya mau coba ulas keluhan-keluahan yang sering banget Saya terima.. Baik dari Coachee IMCP maupun temen-temen digroup #ResellerAcademy Pertanyaan sederhana.. tapi ini problem sejuta umat sepertinya.

Kenapa ada FB Ads yang boncoss alias udah nyemplungin duit banyak tapi tak kunjung keliatan hasilnya??
Misal.. Ngiklan habis 5 jutaan tapi omset cuman 10 jt atau bahkan gak sampe 5 juta.

Tapi disatu sisi ada juga FB Ads yang nendang plus nonjok juga. Misal nyemplungin FB Ads 3 juta closing 30 juta.. Atau yang lebih gila..kayak mastah yang kita sama-sama kenal.. nyemplungin 30 juta panen 3M sebulan..

Disisi yang lain ada juga Coachee yang ngedapetin 40-50 juta gak pake ngiklan sama sekali..

Modal tulisan doang..
Kenapa gak ngiklan Mak?
Percuma Mas.. ngiklan ndak ngiklan gak ada bedanya.. ya ngapain juga diiklanin..
Kalo iklan tahu sama iklan tempe masih doyan kan Mak?

Sangat menarik..

Nah disini Saya akan sedikit ulas penampakan fenomena-fenomena mahluk astral didunia ‘gaib per FB an’ ini berdasarkan perspektif Neuroscience.. #Auuuuuuuu

 

Apaan tuh NEUROSCIENCE?..
Gampangnya..
Itu adalah ilmu yang mempelajari secara khusus bagaimana otak manusia bekerja..

Implementasi disiplin ilmu ini dalam dunia marketing..biasa dikenal sebagai NEUROMARKETING..

Tokoh-tokoh Neuromarketing yang terkenal antara lain Dr. A. K. Pradeep dengan lab Neurofocusnya..atau Roger Dooley..
Tak banyak nama yang bisa disebut..karena ini adalah ilmu langka dan mahal..
Biaya penelitiannya yang luar biasa mahalnya..
Jarang perusahaan mau ngembangin RnD diranah ini..

Jadi Neuromarketing adalah ilmu marketing yang didasarkan pada prinsip kerja otak manusia.. Bagaimana otak audiens membangun koneksi antar sel-sel otak manusia dalam mengantarkan sinyal-sinyal elektrik..ketika mendapat stimulus hal-hal berbau marketing..
Misal Brand, logo brand, kemasaan, warna, sensasi bau, rasa dll

Waduuuhhh…ilmu apaan lagi ini.. Masang FB Ads boncoss aja udah pusingg.. Apalagi ketambahan ilmu-ilmu gaib baru lagi..

Tapi percayalah.. jika Anda memahami tentang Neuromarketing, maka Anda akan memahami fenomena keboncosan FB Ads sebagai tidak lagi sebagai barang gaib..
Semuanya bisa dirunut dan dilogika..

Seorang Neuroscientist atau ilmuwan ahli otak aja kadang ngoprek otak manusia butuh waktu puluhan tahun..ngapain kita nekad belajar ilmu2 kayak gini.

Kita sebagai pebisnis..marketers or salespeople…memang tidak perlu ikut2an nyemplung ke laboratorium atau ikutan kuliahnya Prof. Antonio Damasio yang lumayan bikin otak berasap..ngebull..

Tapi ambil insight-insight berharga yang berguna bagi bisnis kita..

Ini namanya scientific based marketing..
Marketing yang didasarkan pada teori-teori ilmiah yang valid..sciencetifically proven..

Yang mengulas bagaimana otak-otak didalam market bekerja..
Dari otak individu-individu yang ada di market akan membentuk ‘market behavior’..atau perilaku pasar..
Bukan otak-otak bandeng ya.. 😀

Perilaku pasar ini sangatlah dinamis..berubah-ubah dengan cepat..

Jika kita hanya melandaskan riset kita pada penampakan perilaku pasar yang kita lihat..akan sering terkecoh..

Jika kita tidak benar2 menyeluruh dan mendetail memahaminya..akan kegocek dan sering salah mengambil keputusan..

Macam orang melihat gajah dengan mata tertutup..
Ada yang bilang gajah itu bulat, liat dan panjang seperti ular.. buat yang megang belalainya
Ada yang bilang seperti cambuk..dan berbulu diujung.. yang pegang ekornya
Ada yang bilang tipis lebar seperti kipas.. karena pas megang dapat kupingnya..
Tidak bisa komprehensif karena parsial dan sepotong-potong..

 

Neuromarketing bukan hanya memahami perilaku market berdasarkan penampakannya saja..
Tapi ia melihat detail ke otak manusia..bagaimana prinsip kerjanya kenapa sampai ia berperilaku demikian..

Inilah kenapa agency-agency besar macam AC Nielsen punya lab khusus yang mempelajari pola perilaku market based on neuroscience..

Namanya NEUROFOCUS.. Ini aslinya lab milik Dr. A. K. Pradeep yang didirikan 2005 di Universitas Berkeley dan dibajak oleh Nielsen.

 

Neuromarketing memiliki keunggulan dibanding metode marketing konvensional yang punya kecenderungan hanya menganalisa gejala..
Sedangkan Neuromarketing menganalisa ‘sumber’ dari gejala-gejala itu..yaitu otak manusia

Misalnya nih ketika seseorang menghampiri sebuah rak supermarket..

Apa aja yang mereka lihat..
Dan bagaimana otak mereka memerintahkan sebuah keputusan pembelian atau PURCHASE DECISION ini semua bisa dianalisa di otak..

Apakah pengaruh kemasannya kah..pengaruh logonya..pengaruh warnanya..pengaruh Mbak SPG yang berdiri disamping rak kah dll..

Jika mereka melihat sebuah web..disitu ada tampilan-tampilan mana yang memancing kita untuk mengklik.. tombol buletan atau kotak..pemilihan font.. penempatan gambar.. pemilihan kata untuk promo..semua bisa discore dan diberikan pembobotan..

Saat ini..riset-riset ini berharga amat sangat mahal dan belum semua mampu menjangkaunya..

Hanya brand-brand besar yang mampu mendanai riset-riset yang bisa menelan ratusan juta dollar pertahun ini..
Brand-brand besar macam CocaCola, Unilever, NIKE, Apple dll adalah Brand yang konsisten melakukan hal ini..

Kita..sebagai pebisnis UKM tidak perlu ikut2an meriset sendiri..Dijamin tekor bandar hanya setahun dua tahun riset..

Cukuplah kita mengambil insight-insight dari riset yang sudah mereka buat

Pastinya tidak semua akan dipublish mereka..wajar karena mereka sudah keluar duit banyak. Pasti ada yang diumpetin buat konsumsi mereka pribadi. Tapi tetep aja koq ada peneliti-peneliti yang membocorkan insight-insight ini dan menjadi kajian-kajian ilmiah.

Nah..

Disini Saya akan menjelaskan dua prinsip NEUROMARKETING yang bersinggungan langsung dengan keseharian kita dalam bisnis sehari2..

Kenapa Saya mengangkat ini?

Berawal dari banyak Coachee yang mengeluhkan..kenapa FB Ads mereka tidak berdampak banyak.. Apakah sudah tidak efektif lagi?

Kenapa lapak sebelah yang organik gak pake Ads tetep bisa generate revenue yang tinggi..lebih tinggi dari pake Ads malah..

Singkatnya FB Ads VS Organik, mana yang lebih efektif..

Okay mari kita coba kupas sedikit demi sedikit..

 

TWO BASIC RULES OF NEUROMARKETING

Pertama kita kenalan dulu sama sel-sel otak kita..

Sel otak istilah ilmiahnya namanya NEURON.

Otak manusia terdiri dari 86 milyar sel otak, di literasi lain ada yang menyebutkan 100 milyar sel otak. Jika masing-masing sel otak punya 1000-10.000 koneksi ke sel otak yang lain.. maka estimasinya dalam otak manusia akan ada 100 trilyun koneksi dan bahkan lebih.

Masayaa Allah..bisa dibayangkan betapa rumitnya struktur otak kita..Allah memang sebaik-baik pencipta..

Setiap sel otak ketika ia mau membuat sebuah koneksi.. maka ia menumbuhkan cabang-cabangnya yang namanya DENDRITES untuk membangun koneksi-koneksi antar sel otak melalui SAYANAPSES.

Dendrites yang terhubung ini mampu meneruskan gelombang-gelombang listrik.

Otak kita memperoleh ‘pengetahuan baru’ dengan cara menumbuhkan DENDRIT-DENDRIT ini..

Dan lewat jalur-jalur koneksi inilah sel-sel otak berkomunikasi satu sama lain menggunakan gelombang listrik.

Semakin banyak koneksi artinya semakin optimal otak tersebut terpakai. Artinya makin banyak pengetahuan yang tersimpan oleh otak itu.
Konon manusia supergenius model Albert Einstein hanya mampu mengoptimalkan 20% saja dari kapasitas otaknya. Hanya seperlima aja, kemampuan udah supercerdas kaya gitu..

 

Sekarang kita akan mendalami prinsip penting.

Kita akan mempelajari 2 karakter DENDRITES..

Karakter yang pertama
#1 DENDRITES NEED TIMES TO GROW..

Dendrites butuh waktu untuk tumbuh..menumbuhkan cabang-cabangnya untuk terkoneksi dg sel otak yang lain..

Artinya kita tidak bisa menumbuhkan dendrit dan sel-sel otak secara instan..
Koneksi-koneksi yang tumbuh secara instan akan mudah putus dan amat sangat rapuh.

Sedangkan koneksi-koneksi yang tumbuh dalam waktu yang optimal, apalagi didukung dengan perulangan informasi akan membuat koneksi ini semakin kuat dan bahkan diproteksi dengan selubung myelin.. (myelin sheath).

Gampangnya seperti ini..

Belajar 5 BAB pelajaran.. Tiap malam 1 BAB durasi 1 jam perhari.. x 5 hari
Dibanding dengan beajar 5 BAB dalam 5 jam sekaligus dalam satu hari..

Ini adalah gambaran mereka yang belajar teratur.. Versus belajar dengan model SKS alias Sistem Kebut Semalam..macam kita dulu pas masih mahasiswa he he..

Yuk dibandingkan… tujuannya sama-sama belajar 5 BAB
1 jam per BAB x 5

Dibanding..

5 BAB sekaligus ditelan dalam 5 jam

Hasilnya..
Yang satu otak aman-aman aja.. tetep ademm
Yang satunya lagi OTAK DIJAMIN Ngebuuullll… gampang masuk tapi juga gampang ambyaarr..

Otak manusia lebih menyukai sesuatu yang bertahap..gradual….tahapan demi tahapan..Step by Step..ooh Baby.. Yang langsung nyanyi ketauan umurnya.. tuaaa 😀

Jika kita menumpuk materi pelajaran untuk ditelan sekaligus.. maka otak kita akan menjeriiit..
Cukuupp Rhomaaa.. Cukuuuuppp..
Tidak..Aniii..kamu harus baca semua…kamu harus lulus Aniii..Aniiiiiii

Bukannya masuk tuh barang..tapi malah nguap tuh otaknya..
Ini namanya ANXIETY atau kepenatan karena overload ..

Parahnya dalam dunia marketing hal ini tanpa sadar sering banget kita lakukan..

Seringkali kita membuat sebuah campaign di Facebook, IG atau socmed lain.. Dalam satu waktu yang pendek kita bombardir dengan berbagai materi promo…
Maunya biar sekalian..

Percuma..gak akan tertelan oleh otak audiens

Sebaliknya..jika kita melakukannya secara bertahap, konsisten dan terstruktur akan jauh lebih EFEKTIF..

Pada dasarnya otak suka koq belajar hal baru..menerima informasi baru.. tapi jangan di breg-in sekaligus

Inilah kenapa akhirnya muncul wisdom dikalangan mastah.. ‘Market yang dipanasi dulu..konversinya jauh lebih tinggi..ketimbang yang ujug-ujug langsung promosi’

Kenapa? Dengan manasi market..sejatinya kita menyiapkan koneksi dendrit-dendrit ini untuk tumbuh secara perlahan
Sampai akhirnya mereka siap mengantisipasi..dan menunggu-nunggu GONG nya

 

Melanjutkan ini..
Karakter Dendrites yang ke-2..

#2 DENDRITES CAN NOT GROW IN EMPTY

Dendrit-dendrit otak kita tidak bisa tumbuh dari PENGETAHUAN KOSONGAN.. Namun ia melanjutkan dari ‘pengetahuan’ yang ia sudah kuasai sebelumnya

Artinya kita tidak bisa melompati sebuah tahapan..
Jadi gak mungkin.. anak balita baru belajar hitungan 1+1 .. besoknya langsung di kasih soal-soal logaritmik atau integral.
Itu ngawurr namanya..

Dalam dunia digital marketing implementasinya kaya gini..

Jika kita menumbuhkan ETHOS kita..kredibilitas dan authority kita..melalui Brand Marketing disebuah kolam..katakanlah kolam A..maka jangan membuat sebuah campaign FB Ads diluar kolam A..
Harus konsisten..

Kenapa?
Karena yang punya pengetahuan dasar tentang kita..produk kita..testimoni tentang kita ya di kolam A tadi.. Jadi ini yang semestinya kita lanjutkan..

Diluar kolam A artinya kita memulai pengetahuan kosongan..
Jadi wajar sekali jika mereka gak nyambung dan gak klik dengan campaign kita..

Prinsip RETARGETING pada dasarnya menggunakan prinsip ini..
Kita hanya ngiklan pada audiens yang mengikuti kita via WEB, Fans Page atau follow IG kita..
Karena mereka punya basic pengetahuan tentang kita..jadi tinggal melanjutkan..
Bukan kosongan atau hampa..
Cukup hati abang aja yang hampa Dik..
Target Market jangan..hikss

 

Kembali ke kasus FB Ads..
Banyaknya iklan boncos atau tanpa hasil paling umum penyebabnya ada 2 hal..

Pertama..

  1. Anda tipikal gak sabaran..maunya sekali ngiklan langsung selesai langsung konversi..dapat duit

Jika demikian maka market tidak siap dengan campaign Anda..
Otak audiens juga butuh waktu untuk menumbuhkan dendrit-dendritnya..
Kalo kita tetep maksa mereka untuk mengambil semua materi iklan Anda salam waktu yang amat pendek.. akan percuma..
Apalagi audiensi tidak cukup mengenal siapa Anda, Brand Anda, Value dari produk Anda…

  1. Iklan Anda salah sasaran.. Anda gedein kolam dimana..terus ngiklan di target market kemana..

Ini karena terlalu nurut sama Facebook pas dipilhin audiens sama dia..
Yang kena malah milenial mabok micin yang sama sekali gak tau menau tentang kita dan produk kita..

Ini ibaratnya..Joko sembung naik bajay..ndak nyambung brayyyy

Kembali ke laptop..
Menjawab pertanyaan..
Jadi kenapa pada banyak kasus kolam organik masih jauh lebih unggul dari FB Ads?

Katakanlah kolam kita versi imut aja lah..kapasitas 5000 pertemanan kita..

Tiap hari mereka kita rawat dg konsisten..kasih makan dengan materi2 atau value bermutu…pasti nantinya lebih gampang muncul TRUST sama kita

Dibandingkan dgn Anda ngiklan ke 200.000 audiens yang sama sekali gak kenal kita..gak pernah berinteraksi dengan kita..gak pernah dapat edukasi tentang produk/Brand kita..eh tau-tau dapat materi iklan kita..
Yah wajar kalo mereka melengos..
Dan boncoslah iklan kita

5000 organik yang rutin dirawat VS 20.000 nge blank alias kosongan

Yahh jelas bedalah hasilnya braayyy..

Jika kita FB Ads ke list target yang TEPAT SAMA..
KONSISTEN..dan kita hajar dengan campaign yang terstruktur..bertahap..telaten dan gak grasak-grusuk..pasti konversinya akan sangat tinggi..Ostosmastis..

Jika kita kesulitan mengedukasi via FB Ads secara langsung..maka sangat disarankan kita  buat campaign untuk menarik mereka ke FP or group kita dulu..Jadi pancing dg Awareness dulu aja biar mampir ke kolam kita..

Kemudian kita rawat bener2 target market kita sampai bener-bener montok ginuk-ginuk dan siap panen..

Tumbuhkan jumlah likers Anda, member group Anda dengan konten-konten bermutu dan berkualitas….dan rawat mereka dengan baik..dijamin PASTI TINGGI KONVERSINYA..

Jon Loomer, pakar digital marketing dengan spesialisasi per-FB Ads-an pernah membandingkan performansi dari semua iklan FB Ads yang pernah ia buat..

Bagaimana hasilnya? Manakah yang memberikan konversi tertinggi??
Apakah TARGET MARKET yang dipilihkan oleh Facebooks dengan kriteria yang ia minta?
BUKAN ternyata pemirsahaa..

KONVERSI tertinggi terjadi jika TARGET MARKET nya adalah dari LIST AUDIENS yang dibawanya sendiri. yang ia ambilan dari kolamnya sendiri.
Memang jangkauannya tidak banyak audiens pilihan FB..
Tapi konversinya amat sangat tinggi.
Wajar karena bukan TM kosongan..

Inti atau pesan dari Om Jon ini adalah..

Jangan cuma belajar teknis tentang FB Ads..
Tapi yang paling penting adalah pelajarilah strategi bagaimana merawat dan membesarkan kolam..
Bagaimana cara menyuapi mereka dengan tulisan-tulisan bermutu dengan daging berkualitas tinggi..Agar mereka cepat gemuk, ginuk-ginuk dan makin cepat dipanen.

Pelajari bagaimana menulis di social media untuk keperluan building AWARENESS…
atau bagaimana memanjakan audien lewat ENGAGEMENT dan bahkan teknik-teknik tulisan dengan CONVERSION rate yang tinggi.

Seperti yang diajarkan di kelas Social Media Writing Skill #SMWS ataupun kelas Advance nya.. #CSMWS..

Looh koq jadi ngiklan 😀
Gak papalah iklan dikit-dikit..
Ini cuma mencontohkan tulisan yang edukatif dan informatof..halaahh aja ada alesan..

 

Kesimpulannya..
Semua ada teknik dan strateginya..
Konsisten pada target market yang menerima siraman value-value dari Anda..
Bawa list TM Anda sendiri..jangan hanya pasrah sama pilihan Facebooks..
Lagian si Mark ‘Juki’ Zuckerberg itu siapa sih..ortu bukan..saudara juga bukan..enak-enaknya dia milihin ‘jodoh’ buat produk Anda..
Halaahhh..

So..misterinya terkuak kan..

Bukan FB Ads nya yang boncos.. tapi kitanya yang boncos di strategi awal pas setting target market dan cara merawat audiens..

Semoga tulisan ini bermanfaat ya..

Saiful Islam

Sam Ipoel Expert Inbound Marketing | Jangan Lupa Nginbound! Untuk Bisnis Anda Yang Lebih Suistanable!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Malcare WordPress Security