Sam Ipoel Expert Inbound Marketing | Jangan Lupa Nginbound! Untuk Bisnis Anda Yang Lebih Suistanable!

MARKET BETTER = GROW BETTER

5 min read

MARKET BETTER = GROW BETTER

Sebagai bagian dari pondasi penting menjalankan Inbound Marketing Strategy

MARKET BETTER –> GROW BETTER

Ketika pemahaman kita tentang market semakin membaik, maka adalah sebuah keniscayaan bahwa bisnis kita akan juga bertumbuh dan membaik.

Masalahnya memang perilaku customers terus-menerus berevolusi..

Inbound Marketing membantu kita memahami lebih dalam tentang perilaku customers, kemudian memberikan panduan kepada kita bagaimana membuat target market menjadi customers kita dan bahkan menjadi promoters.

WHY – INBOUND METHODOLOGY

Mengapa kita perlu mengadopsi Inbound Methodology?

Singkatnya karena metode lama untuk mendekati customers sudah tidak efektif lagi

Dulu orang marketing dan sales yang memegang kendali karena menjadi tempat bertanya audiens ketika akan membeli sesuatu

Sekarang gantian customers berbekal internet yang memegang kendali

Ia bebas mencari informasi apapun tentang sebuah produk

Jadi ketika customers bertemu orang sales dan marketing, pada dasarnya mereka sudah meriset dan mencari info terlebih dahulu tentang produk tersebut

WHAT – INBOUND TOOLS

Best praktisnya, cara-cara marketer mendekati, meyakinkan, mengkonversikan target market menjadi customers dan promotor adalah dengan menggunakan Inbound Tools

Inbound Tools akan melibatkan Content Marketing, SEO, Blogging, Social Media Marketing, CRM dan tools pendukung lainnya untuk menjalankan misi tersebut

Sedangkan jembatan antara WHY dan WHAT ini adalah HOW

HOW – INBOUND PRINCIPLES

Mindset sudah Nginbound, tools nya juga sudah Nginbound.. Inbound Principles adalah cara menggunakan tools tersebut itu dengan benar

Tahu WHY nya aja membuat kita hanya berada di tataran konsep dan jalan ditempat

Tahu WHAT nya saja artinya kita hanya tau hal-hal teknis

Tahu HOW akan menyatukan WHY dan WHAT itu

Yang dimaksud Inbound Marketing STRATEGY adalah perpaduan antara Inbound Marketing METHODOLOGY + Inbound Marketing PRINCIPLES.

Inbound Methodology merangkum semua aksi yang perlu kita lakukan untuk mencapai tujuan kita

Apa saja aksi yang diperlukan untuk mencapai tujuan kita..

ATTRACT – Bagaimana membuat target market kita datang

ENGAGE – Bagaimana membuat target market kita terus nempel sama kita, sehingga kita lebih leluasa mengedukasi sampai mereka TRUST sama kita dan menjadi customers kita

DELIGHT – Artinya kita memastikan kita memberikan experience yang positif pada customers dengan produk dan layanan kita

Dengan demikian mereka akan bisa bahagia karena bisa menyerap maksimal value yang diberikan produk dan layanan kita

Customers yang bahagia (delighted) inilah yang ikut membantu mempromosikan bisnis kita dengan melakukan pembelian ulang dan juga mendatangkan customer baru untuk bisnis kita

Dengan Word of Mouth tentunya, review yang bagus (bintang lima) dan testimoni yang diberikan secara tulus

Sedangkan Inbound Principles itu kalo versi aslinya disingkat dengan SCOPE

Sebelumnya kita sudah bahas dengan bahasa mudahnya, ini versi aslinya..

SCOPE sendiri itu merupakan kepanjangan dari..

Standardize for Consistency

Semua informasi yang dibagikan tentang brand, produk dan bisnis kita harus terstandarisasi agar konsisten dan tidak membingungkan target market

Bukan pesan nya yang sama persis, tapi "inti dari pesan" nya yang sama

Format dan penyajian tentu saja menyesuaikan dengan media yang digunakan

Facebook, Instagram, YouTube, Blog, Email formatnya mungkin beda. Tapi inti pesannya sama

Konsistensi ini akan mempercepat proses terjadinya TRUST

Contextualize for relevance

Selalu sajikan konten atau informasi yang relevan dengan kebutuhan dan situasi audiens. Tepat seperti yang mereka butuhkan

Tahapan customers itu beragam, ada yang baru kenal kita, ada yang dua kali atau lebih baca konten kita dan bahkan ada yang trust sama kita dan siap dijadikan customers

Jangan memukul rata dengan mengirim pesan yang sama

Tahapan yang berbeda membutuhkan pesan yang berbeda

Optimize for clarity

Semua postingan kita harus kita catat dan ukur performansinya

Jika semua terukur, maka bisa dilakukan optimasi atau improvement channel yang performansinya dibawah target

Personalize for impact

Personalisasi adalah kekuatan dari Inbound Marketing.

Di Inbound Marketing kita membuat pesan sangat personal

Bagaimana cara membuatnya hal ini memungkinkan, ada tools yg namanya CRM

Setiap customers kita tracking, kita lacak konten-konten edukasi kita yang pernah mereka baca, kita sajikan konten yang semakin mendekatkan mereka dengan closing sales

Konten untuk yang menjadi customers pun juga sudah pasti akan berbeda

Empathize for perspective

Penting untuk banyak mendengarkan customers demi memahami sudut pandan customers

Ketika kita berada pada situasi emosi yang sama dengan mereka, ini akan memperbesar peluang diterimanya konten-konten yang kita kirimkan

Meskipun di kelas ini nanti kita akan lebih banyak membahas tentang Strategi dan Sales Marketing, Saya harap kita sudah beres dulu dengan produk kita (product market fit)

Artinya kita tidak ada masalah dengan kualitas product dan kita sudah mengujinya

Jadi kita bisa fokus benahi marketingnya

Jangan sampai terjadi seperti di tulisan ini

KENAPA BANYAK PEBISNIS YANG MALAH STUCK SETELAH PRODUCT DI LAUNCH?

DAN BAGAIMANA MEMPERBAIKINYA?

Ada beberapa tahapan sebelum pebisnis me launching productnya.

Pertama pertama adalah fase Problem Identification. Ini adalah fase dimana customers mulai mengidentifikasi problem mereka dari gejala-gejala yg mereka rasakan. Misal ketika remaja curhat ada benjolan-benjolan kecil merah diawajah mereka dan sakit sekali ketika disentuh.

Okay berarti ini ada sebuah masalah dan peluang untuk diselesaikan.

Kedua adalah "problem/ solution fit" ini adalah fase dimana pelanggan sudah mampu mengidentifikasi problemnya kemudian mulai memikirkan solusi konkret berupa produk.

Ooh itu benjolan-benjolan kecil di wajah namanya jerawat. Itu bisa diobati dengan bahan-bahan herbal berikut yg akan kita rupakan dalam bentuk kapsul.

Ketiga adalah "product/ market fit"

Ini adalah fase paling penting. Meskipun kita merasa produk kita sudah tepat sasaran tapi tetap penentunya adalah market. Kita harus mengedukasi mereka, bahwa kita produk yg menjadi solusi terhadap masalah atau pain point mereka.

Analogi paling sederhana memahami filosofi "product/market fit" ini seperti Anda seorang penyanyi yg berniat menjual atau mengkomersilkan suara Anda.

Bisa jadi pertama kali tercetus ide untuk menjual suara kita, adalah moment pas kita nyanyi di kamar mandi. Sambil mengucurkan air ke kepala kita menyanyikan lagu.. Kemudian terpikir..koq suara Saya enak ya..medu, empuk Gak kalah deh sepertinya sama suara nya Raisa.

Padahal itu suara pas kita nyanyi di kamar mandi dimana kita mendengar suara sendiri yg sudah di harmonisa sama pantulan suara kita sendiri.

Makanya enak.. Ini sama dengan kita membenarkan ide yg kita cetuskan sendiri. Memuji dan percaya diri berlebih ketika secara subyektif. Atau yg dinamakan "Optimism Biased". Kecenderungan kita meng-overrated atau membaguskan ide atau pendapat kita sendiri

Makanya perlu yg namanya "validation". Jangan-jangan suara kita bagus menurut kita saja, atau memang bagus beneran.

So step awalnya adalah cari sekelompok kecil orang yg benar-benar mampu dan mau memberikan pendapat yg objektif ketika kita menyanyikan sebuah lagu.

Ingat "sekelompok kecil" orang. Bukan langsung se stadion GBK. Misi nya adalah bagaimana me-wow kan sekelompok orang ini. Tolong di garis bawahi.. me WOW kan..

Kemudian Anda putuskan menyanyi di sebuah cafe yg sepertinya audiensnya cocok dengan genre lagu yg Anda bawakan.

Akhirnya dapatlah Anda kesempatan manggung disana. Ekspektasi Anda, Anda ingin dipersepsikan sebagai Ed Sheran. Anda bisa mengamati ekspresi mereka yg disana saat Anda mendendangkan lagu

Apakah benar mereka terkesima dan menghentikan aktivitas mereka saat Anda nyanyi.. dan memandang kita sambil bilang.. ini lagu gueee bangeet. Pas banget sama yg gue rasain.

Nah pendapat audiens dalam kelompok kecil ini amat sangat krusial.

Sebenarnya tak masalah ketika ada cacat atau kekurangan sedikit dengan produk awal yg kita luncurkan untuk sekelompok orang. Karena tidak ada yang langsung sempurna diawal.

Niatkan kita mencari feedback. Lakukan perbaikan dengan cepat dan test lagi.. Ujikan lagi.. Sampai benar-benar klik dan

Gitu terus sampai kelompok kecil ini benar-benar AMAZED dengan VALUE yg ditawarkan produk kita

Jika me-WOW kan sekelompok kecil market aja kita tidak mampu, jangan pikirkan untuk mem-WOW kan se stadion GBK, bahkan se-Indonesia.

Banyak bisnis yang heboh program launching nya..

Gratis 1000 mangkok gratis di hari H peluncuran produknya, tapi selepas launching malah sama sekali gak ada pengunjung yg mampir dan kapok. Meskipun promo gratisannya dibuka lagi.

Koq bisa?

Karena gagal di proses paling basic dan mendasar, Product Market Fit (PMF).

Produknya ternyata tidak klik dengan kebutuhan dan selera pasar. Ini fatal banget, padahal product sudah terlanjur di launch, kehebohannya sudah tersebar kemana-mana. Tapi produknya ternyata mengecewakan.

Produk prematur, tapi maksa untuk launching.

Jangan sibukkan aktivitas sales dan marketing Anda dengan mencoba menutupi cacat produk Anda.

Sebagus apapun program marketing yg kita buat, jika kita tidak mampu memperbaiki produk kita agar benar-benar klik dengan kebutuhan pasar, akan menguap dengan sia-sia

Ingat di jaman digital dan era social media seperti saat ini mau naik cepat gampang, mau nyungsep cepet juga gampang.

Social media membuat pesan begitu cepat menyebarnya.

Makanya product kita bener-bener bagus diawal.. Sekali lagi Ini adalah era CUSTOMERS sebagai pemegang kendali. Bukan tim sales dan marketing kita.

Malu sendiri jika kita punya strategi sales dan marketing yang keren dan ciamik, tapi produknya ternyata biasa-biasa aja, mengecewakan.

Biar kita tidak rugi dan bangkrut jangan pernah menskip proses PMF ini.

Bagaimana jika kita sudah terlanjut launch tapi jualan stuck?

Ini rahasianya..

Pertama tanyakan ke customers kita bagaimana pengalaman menggunakan produk kita?

Tanyakan satu pertanyaan kunci.

Seberapa ingin Anda merekomendasikan produk kita pada relasi Anda dalam skala 1-10.

Jika mayoritas jawabannya dominan 9-10 maka selamat produk Anda aman secara value dan kesesuaiannya dengan pasar.

Jika jualan Anda masih stuck atau jalan ditempat, ini artinya strategi sales dan marketing Anda yg salah.

Bagaimana jika kita mendapat nilai dibawahnya.

Nilainya 7-8 artinya kita perlu perbaikan minor untuk menaikkan value produk dimata target market kita.

Jika mayoritas Anda dapat nilai 6 kebawah..

Artinya ada perbaikan serius yg harus Anda lakukan untuk produk Anda. Terutama dengan kualitas produk.

Jika tidak segera dibenahi, berapapun budget marketing atau ngiklan yg Anda habiskan malah akan memperburuk reputasi Brand atau produk Anda.

Benahi produk secara serius, lakukan validasi PMF ulang dan perbaikin strategi sales dan marketingnya.

Semoga sudah ada gambaran ya..

Sam Ipoel Expert Inbound Marketing | Jangan Lupa Nginbound! Untuk Bisnis Anda Yang Lebih Suistanable!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Malcare WordPress Security