Sam Ipoel Expert Inbound Marketing | Jangan Lupa Nginbound! Untuk Bisnis Anda Yang Lebih Suistanable!

Marketing Strategi Yang Mampu Mentenagai Campaign Mereka Sendiri

4 min read

Pernah kepikiran ndak temans.. sebuah mobil yang mampu mentenagai mobil itu sendiri..
Jadi isi bahan bakar itu cuman di awal aja..
Kalo mobil listrik ya ia ngecharge cuman diawal.. selanjutmya udaha gak perlu ngecharge lagi..
Widiiih pasti keren banget Broh..
Dijamin keluar duit bensin nya irit banget..apalagi jika itu mobil bisa diobyekin, dijamin akan jadi revenue stream yang baru

Sebenarnya teknologi kaya gini mah sudah jaman old banget sih..
Cuman masih berjalan parsial..atau hybrod..Artinya belum bisa mentenagai mobil ini secara meyeluruh..

Prinsipnya sebenarnya sederhana koq..
Mobil diisi bahan bakar atau dicharge untuk pertama kali.. habis itu ketika mobil bergerak ia mengkonversikan energi kinetik dari perputaran as roda menjadi energi listrik.
Energi listrik yang dihasilkan selain untuk mentenagai mobil ini juga bisa disimpan untuk kebutuhan berikutnya..
Simple..

Nahh..apa jadinya jika konsep seperti ini ditarik dan diimplementasikan dalam sebuah marketing campaign..
Jadi output dari SELF POWERED MARKETING CAMPAIGN ini akan membiayai campaign mereka sendiri…
Yuk simak contoh-contohnya..

SELF POWERED MARKETING CAMPAIGN ALA CRAFT

Ingat kata ‘keju’ pasti kepikiran sebuah Brand yang namanya sdh mendunia banget.. siapa lagi kalo bukan Kraft.
Kalo orang bule hampir setiap masakan susah sekali dilepaskan dengan yang namanya keju..
Makanan Indonesia pun juga mulai banyak koq yang menggunakan keju dengan bahan-bahannya..
Ada singkong keju.. pohong keju.. dan ketela keju..walaahh itu mah saudara kembar Mas..lagian itu mah masak gak pake mikir..

Sudah gak penting gak usah dibahas..

Yang jadi masalah bagi Brand keju adalah bagaimana Brandnya terus menerus menjadi pilihan diantara ribuan Brand Keju yang lain dari seluruh dunia..

Intinya Kraft harus punya sebuah konsep marketing yang bikin mereka punya ikatan emosional yang kuat antara Brand dengan usernya..ya kaya Aku dan Kamuuuh.. #eaaa

Permasalahannya memang sebuah ikatan emosional akan menjadi kuat dengan semakin meningkatnya frekuensi interaksi antara Brand dengan customer nya.
Akhirnya Kraft menggagasnya dalam sebuah ide berwujud Asisten Masak Digital.. Ini semacam pembimbing Ibu-Ibu untuk memasak harian didapur ..eh sekarang dapur juga urusan cowok juga ya..

Program ini dinamakan iFood Assistant. Di launching tahun 2008, namun baru dilepas kemarket 2 tahun setelahnya.
Dia awal launchnya ia punya koleksi 7000 resep yang sudah teruji oleh Chef-chef di dapur Kraft. Jadi bukan resep sembarang resep asal eksperimen yang bikin perut mules-mules.

Kraft membandrol aplikasi ini seharga $0.99 dan laku keras dipasaran.

Menarik ya..
Melalui resep-resepnya..Kraft punya visi biar menjadi rujukan Ibu-Ibu untuk menu hariannya. Dengan demikian Brand ini bisa berinteraksi dan ENGAGE dengan customernya setiap hari tanpa perlu ia ngiklan pada media berbayar lagi..

So lihat benefitnya..

Pertama.. Ia bisa menghemat habis-habisan biaya ngiklan di media konvensional..

Kedua.. Ini adalah sebuah engagement strategy..dimana ia jadi makin dekat dengan pelanggannya dengan interaksi harian..

Ketiga..Ia bisa ‘membisiki’ pengguna Apps ini untuk menggunakan Keju Kraft untuk hasil makanan terbaik..Secara tidak langsung ini akan membantu boosting penjualan Kraft..

Keempat..Kraft bisa mentenagai campaign ini sendiri dari program ini..

Kenapa? Ia dapat duit dari setiap aplikasi yang didownload..
Dan bahkan aplikasi ini menjadi revenue stream yang baru buat brand mereka..
Kurang cerdas apa coba si Kraft ini..
Metode Kraft ini adalah salah satu bentuk Brand Utility dari Inbound Marketing..

 

SELF POWERED MARKETING CAMPAIGN ALA NIKE

Sejak tahun 2000 an.. sebenarnya NIKE sudah berpikir keras.. gimana cara bisa selalu terdepan dengan inovasi-inovasinya dan tetap menguasai market share apparel

Mulailah ia mendirikan JogaTV di tahun 2006 yang isinya video-video tentang sepakbola indah (Jogo Bonito)..

Dan.. Bangkrut.
Tapi ia gak pernah nyerah bereksperimen
Akhirnya ia nemu partner yang tepat..
Sama-sama gila inovasi dan teknologi..
Siapa lagi kalo bukan APPLE

NIKE yang memang jualannya sepatu terpikir untuk menggandeng Apple untuk bikin sebuah aplikasi yang inovatif

Produk ini akan membantu menaikkan performa si pelari dengan bantuan seorang Coach..

Digital Coach tepatnya…

Ia membantu pelari memantau progress latihan larinya.. apakah ada kemajuan kah hari demi harinya. Biasanya hanya atlit yang merasakan fasilitas seperti ini..

Bagaimana setiap lari bisa terukur jaraknya.. lama berlari.. ritme langkahnya.. berapa kalori yang terbakar.. dan info warung soto terdekat… Eeehh.. itu mah Saya Abaikan

Jadilah produk inovatif besutan NIKE yang dinamakan NIKE+

Sepatu dibundling dengan iPod..
Dengan iPhone.. atau bahkan dengan iWatch

Jadinya sebuah pengalaman baru buat buat pengguna sepatu NIKE.. dan para Fanboy nya Apple

Ini juga sekaligus sebagai Co-Branding dua brand besar yang sama-sama maniak terhadap teknologi

Mark Parker CEO NIKE mampu menggunakan kekuatan NIKE+ untuk melambungkan penjualannya hingga 56% di tahun 2016

Hal ini sangat masuk akal..

Karena user dari aplikasi ini sudah mencapai 28 juta pengguna

Lewat Nike+ ini.. si NIKE mampu berkomunikasi dengan intensif setiap hari dengan pengguna-penggunanya

Dia bisa menjual fitur-fitur premium yang ada di aplikasi ini..

Dan yang paling ngefek ke jualannya dia.. setiap NIKE me launched produk baru.. 28 juta pengguna setianya sudah siap menanti.

Hey.. ingin memecahkan rekor pribadi lari kamu.. cobain sepatu terbaru dari NIKE.

Ini mah kelewat kereen!

28 M user itu adalah user yang sangat tertarget.. Bukan meraba-raba. Jadi gak heran.. kalo sampai 2017 ini NIKE tetap memimpin pasar.

Naahh itu contoh keren Brand Utility yang mampu membiayai program marketingnya sendiri..

 

Sekarang waktunya kita merenung dan memikirkan..

Konsep Brand Utility apa yang kira-kira sesuai dengan produk kita.

Sayaukur-sayaukur kalo kita bisa mengkonversi nya dalam bentuk aplikasi yang digunakan banyak orang.

Tapi gak harus model canggih kaya gitu..

Brand Utility itu modalnya kreativitas.

Eehh ada satu lagi ding contoh..

Ini tentang Buzzfeed.com

Media global yang sering publish konten-konten viral.

Macam Kapanlagi.com versi global.

Adalah Alvin Zhou.. si karyawan yang bingung mencari ide yang kira-kira bisa menjadi media promonya Buzzfeed

Saking suntuknya dia akhirnya di memutuskan untuk pergi ke supermarket..

Beli bahan-bahan buat masak..

Sampai akhirnya ia kepikiran sesuatu..
Eeh.. gimana ya kalo aq video in aja kegiatan masak ini dalam bentuk video-video pendek.

Akhirnya.. jadilah video-video masakan yang lucu-lucu.

Menarik banget buat ditonton..

dan sering bikin ngiler mereka yang nonton..

Video-video ini ia kasih brand “Tasty”

Kompilasi videonya ada disini https://tasty.co/

https://id-id.facebook.com/pg/buzzfeedtasty/videos/

Eittsss jangan ngechezzz yaah liat video-video nya.

Yang keren adalah..

Dalam waktu hanya 2 tahun.. Tasty mampu memproduksi 2000 videos dengan total viewer video perbulannya hingga 500 juta.

Dan sontak saja.. ini melambungkan Tasty sebagai brand baru yang nilainya..

12.5 milyar dolar atau 168 trilyun rupiah..

Dan kerennya video karya-karya Zhou ini mampu menyumbang 50% revenue bagi BuzzFeed.

Kerreeenn..pake gila..pake banget..

Cuman 2 tahun aja looh.. Nahh kita 2 tahun ini bisnis kita masih ngapain aja ya… He he..

 

Ketiga contoh SELF POWERED MARKETING CAMPAIGN yang Saya share diatas pada dasarnya adalah marketing-marketing yang mengedepankan KEMANFAATAN dan UTILITAS dibanding hanya sekedar promosi.
Makanya dinamakan sebagai Brand Utility.

Brand-brand besar yang berkelas memainkan kreativitas nya secara maksimal sehingga sebuah Campaign Marketing yang mestinya mengganggu bisa berubah menjadi menyenangkan dan bahkan diburu pelanggan karena VALUEnya.

Dimanapun posisi bisnis Anda saat ini..bukan menjadi halangan untuk mengeksekusi strategi seperti ini.

Kenapa? Karena modal utama dari Brand Utility adalah CREATIVITY..

Semakin kreatif Anda maka probabilitas untuk menghasilkan sebuah Campaign Marketing yang sukses mentenagai campaign mereka sendiri juga sangat besar.

Ujungnya..dengan Brand Utility, Marketing tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat ‘bakar duit’ untuk belanja iklan..tapi juga sebagai revenue generator baru bagi bisnis Anda.

Semoga tulisan ini juga bermanfaat ya..
Wassalamualaikum

Salam,
Saiful Islam

Sam Ipoel Expert Inbound Marketing | Jangan Lupa Nginbound! Untuk Bisnis Anda Yang Lebih Suistanable!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Malcare WordPress Security