Sam Ipoel Expert Inbound Marketing | Jangan Lupa Nginbound! Untuk Bisnis Anda Yang Lebih Suistanable!

Mengapa Saya Lebih Menyukai “Iam” Ketimbang “Atm”

4 min read

Mengapa Saya Lebih Menyukai "Iam" Ketimbang "Atm"

Salah satu cara cepat untuk memperbesar probabilitas kesuksesan sebuah bisnis adalah dengan mencontek bisnis yang lain..
Namun berhati-hatilah ketika kita memutuskan untuk mencontek bisnis yang lain. Jangan hanya copy-paste mentah-mentah sebuah konsep bisnis.

Jika kita hanya mencontek sekedar mencontek besar kemungkinan kita hanya akan selalu berada dibawah ketiak bisnis yang kita contek.
Koq bisa.. Why??
Kenapaa?? Eta terangkanlah..tung tak tung..

Pertama..
Karena jika mencontek… kita punya kecenderungan untuk menjiplak sepenuhnya..pilih gampangnya.. tinggal modif seperlunya aja

Dan masalahnya kita hanya bisa melihat apa yang tampak didepan kita aja. Dan umumnya memang kapabilitas pencontek memang sampe situ aja. Kreativitas terbatas..

Wah ini ada teman di Facebook yang jual Hijab Syari Premium… laris banget bak kacang goreng..
Bikin Aaah..sepertinya gampang koq

Akhirnya mulailah kita jiplak bisnis gamis dengan modal semangat A-T-M.. Amati – Tiru- Modifikasi
Berbekal foto-foto di IG kompetitor akhirnya kita datangi tukang jahit..
Bikinin kaya gini ya Mbak.. mirip-mirip yg digambar nanti modifikasi bagian ini..sama ini.. biar kelihatan beda dikit..

Puas meniru desain dan karya orang, sampailah kita pada posisi dengan stok produk baru mirip produk di pasar yang sudah berganti Brand dengan nama versi kita.

Kemudian.. Mulailah Kita promosi di Facebook.. IG..
Koq belum banyak yang minat ya.. ada sih yang nanya-nanya doang tapi belum closing..
Akhirnya kita lirik kompetitor lagi.. dia ngapain aja lagi ya koq bisa laris kaya gitu..
Produk sama.. desain hampir sama..harga hampir sama, bahkan punya kita sedikit lebih miring..

Ooh ternyata mereka pake FB Ads..
Pake IG Ads..
Akhirnya Kita pun mulai meniru juga. 5 juta Kita gelontorkan perbulan untuk belanja iklan di FB dan IG..
Tapi seminggu..dua minggu bahkan sebulan lebih tidak banyak perubahan signifikan. Iklan Kita malah boncos semua..alias nguap iklannya..

Kita bingung dan meihat lagi..
Apa yg bikin contekan kita lari kenceng tapi kita sendiri malah seret..

Usut punya usut Brand yang kita contek ternyata dibantu banyak sekali reseller untuk bantuin jualan.
Ada 100an orang reseller yang bantu dia jualin produknya dia..

Singkat kata kita pun ikut ATM lagi dg ikutan merekrut reseller..
Lima ribu orang yg stay di friendlist kita secara agresif kita tawari untuk menjadi reseller produk kita.

Dengan iming-iming komisi penjualan yang 2x lipat dari komisi penjualan Brand contekan kita.

Jika di Brand lain untuk jadi reseller banyak syaratnya, harus belanja sejumlah barang dan ada syarat macem-macem, ditempat kita gak pake syarat aneh-aneh dan malah mendekati gratis.

Ceritanya masuklah 200 lebih reseller.. atau dua kali lipat tenaga resellernya pesaing..
Kita bikin grup.. kasih produk knowledge dan training singkat seperti yg diajarkan dib uku-buku bisnis jualan online..

Apakah omset naik? Iya sih.. tapi masih jauuh dari ekspektasi. dan kalo dihitung-hitung malah masih tekor. Dan harapan untuk balik modal sepertinya masih jauuuh..

Adakah yang mengalami seperti ini??
Ada.. dan buanyaaakk..
Sebuah pola pikir yang menganggap bahwa sukses bisa dengan mudah diduplikasi dengan mudah.

Hanya dengan sebuah pembenaran.. "Kalo mereka bisa.. Saya pasti bisa juga laah.."

Itu aja..hanya optimisme buta. Dan dengan santainya kita bilang. Alah tinggal ATM aja (Amati-Tiru-Modifikasi).. kita bisa dengan mudah punya bisnis kaya dia.

Saya tidak menyalahkan sepenuhnya mereka yang punya paham COPAS seperti ini..

Dan bisnis itu memang bukan ilmu ghaib koq.. kata orang jawa itu ilmu 'katon'.. ilmu yang memang bisa di-ilmiahkan dan dirunutkan sebab akibatnya..

Itulah mengapa banyak sekali sekolah-sekolah bisnis, workshop dan seminar bisnis.

Artinya sebenarnya paham COPAS atau ATM itu tidak salah.. dengan catatan..
kita benar-benar meng-copy atau meng ATM secara holistik..secara menyeluruh dan bukan parsial.

Kesalahan mendasar bagi kita sebagai pebisnis pemula yang suka latah adalah.. mengATM hanya secara PARSIAL atau sepotong-potong apa yang tampak dipermukaan.

Kita bisa ikutan jualan gamis..
Kita bisa jiplak modelnya..
Kita bisa bikin gamis dengan bahan sama dengan yang mereka buat..
Kita bahkan bisa mempermainkan harga sesuka kita..
dan Bahkan kita bisa rekrut reseller sebanyak-banyaknya..
Apa yang bisa copy diatas hanyalah atribut-atribut fisik saja..

Kita melupakan ada sisi EMOSIONAL yang dominan mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan secara signifikan.

Kata Professor Gerald Zaltman (Harvard Business School), "95% of purchase decisions are made emotionally"
Singkatnya, ternyata 95% keputusan pembelian dilakukan secara EMOSIONAL atau dalam kendali pikiran bawah sadar (sub conscious mind).

Jika produk kita hanya memiliki Unique Selling Proposition (USP) dari sisi LOGIC saja, yang sangat mudah untuk dikenali, dijiplak dan diduplikasi, maka bisnis kita akan menjadi sangat rapuh.

Rapuh karena customers sendiri jarang sekali benar-benar memakai logikanya dalam membeli barang.

Bayangkan jika Kita masuk ke supermarket yang begitu luas dengan belasan ribu Brand yang ada disana.
Apa benar kita menggunakan analisa secara fair dan logis menilai value dari produk satu persatu?
Jelas tidak mungkin..

Misal jika kita mau membeli pasta gigi..
Dari belasan merek yang ada disana dengan ragam variannya, apakah kita bener-bener menilai VALUE sesungguhnya dari semua produk tadi.. kemudian baru menjatuhkan pilihan dan mengeluarkan uang kita?
Apakah kita memerinci bahan pembuatan pasta gigi itu, mengukur berapa gram beratnya per tube, menilai kandungan berapa besar flouride dan kalsiumnya dalam setiap 100 gram?
Sampai akhirnya kita bandingkan dan scoring harga permerek dan kita ranking?

Bisa-bisa..
Tiga jam di supermarket.. Kita baru akan mengambil 1 pasta gigi aja.
Jika Kita punya daftar 10 barang lagi yang akan dibeli.. jam berapa Kita akan keluar dari supermarket? Mau nginep? Tidak kan…

Pengalaman kita… rekomendasi teman.. dan keberhasilan iklan-iklan yang kita lihat di TV or efek endorsement dari artis idola kita yang menggunakan pasta gigi itu membuat kita menentukan pilihan kita dengan amat cepat..
Hanya kurang dari 2 menit kita mengambil kotak pasta gigi dan memasukkan kedalam keranjang bawaan kita.

Sisi emosional membantu kita melakukan belanja dengan amat cepat.. Namun apakah itu sudah pilihan belanja yang benar-benar tepat? Oh.. nanti dulu..

Kita sudah memasukkan susu kalsium di keranjang belanja hanya karena kita melihat ada Tumbler cantik yang dikemas bersama 2 kotak susu.. Promo Akhir Tahun..
Padahal di rumah susu beli bulan kemarin masih sisa setengah..

Seringkali kita hanya meng-ATM yang tampak aja tapi lupa sisi EMOSIONAL untuk di ATM juga. Dan itu susah sekali dilakukan karena itu tak tampak..

Inilah alasan kenapa Saya lebih menyarankan menggunakan I-A-M daripada A-T-M. Cukuplah kita gunakan untuk ambil duit aja.. selebihnya jangan he he..

IAM adalah singkatan dari
Get INSPIRED.. Terinspirasilah atau ambillah sesuatu sebagai INSPIRASI
ADOPT the strength.. adopsilah apa yang menjadi kekuatan lawan
MAGNIFY with your style and character.. PERKUAT dengan gaya kita sendiri..

Dengan ATM Kita akan berada gak jauh-jauh dari apa yang kita jiplak. Kita akan tetap menjadi bayangan dari yagn kita tiru.
dan kita akan matikutu jika ternyata kita hanya mampu meniru hanya sisi LOGIC atau yang tampak aja namun gagal jiplak sisi emosionalnya..

Reputasi kita tak sebaik mereka..
Positioning Brand kita juga belum ada apa-apanya jika dibanding mereka yang jauh lebih dulu masuk pasar..
Kita terseret masuk Lautan Merah yang memaksa kita mengikuti gaya permainan mereka..

Dengan IAM Kita akan menjadi sesuatu yang baru..
Bukan hanya satu sumber INSPIRASI. Bisa dua, tiga dan bahkan lebih BRAND yang menginspirasi kita..
Terinpirasi dengan cara mereka mengidentifikasi masalah dan mensolusikannya..
Terinpirasi bagaimana mereka secara telaten membangun REPUTASI mereka dengan strategi Inbound Marketing yang konsisten..
Terinspirasi cara mereka membahagiakan customers.
Terinspirasi dengan cara mereka berjejaring dan bermurah hati dengan tanpa lelah berbagi VALUE lewat Brand Utility yang mereka tebar..

IAM memungkinkan kita untuk mengadopsi dan bahkan mengkombinasikan kekuatan-kekuatan dari kompetitor kita..

Dan bagian terbaiknya adalah.. kita bisa melahirkannya kembali dengan gaya kita sendiri.. sebagai sesuatu yang BARU dan gue banget dilautan yang lebih tenang dan BIRU.

Soo.. berhentilah menghabiskan energi kita untuk masuk ke permainan yang kompetitor Kita sudah ciptakan.

Terkecuali jika Kita sudah memiliki EMOTIONAL SELLING PROPOSITION yang lebih kuat dari mereka.. Personal Brand yang lebih baik.. BRAND produk dan corporate yang lebih TRUSTED.. silahkan Kita terjun ke RED OCEAN.
Jika Kita belum memiliki itu semua.. jangan coba-coba.

Bijaklah dengan positioning yang lebih baik di lautan yang lebih tenang..

Semoga tahun ini adalah menjadi tahun kejayaan Kita dan Brand Kita..

Salam,
Saiful Islam

Sam Ipoel Expert Inbound Marketing | Jangan Lupa Nginbound! Untuk Bisnis Anda Yang Lebih Suistanable!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Malcare WordPress Security